kek, lihatlah bendera negriku.
merahnya sudah pada luntur, putihnya sudah kabur
belikan aku kesemba tuk mencelupnya
belikan aku pemutih tuk merendamnya
merahnya sudah pada luntur, putihnya sudah kabur
belikan aku kesemba tuk mencelupnya
belikan aku pemutih tuk merendamnya
kek, lihatlah bendera yang tegak.
merahnya bergincu, putihnya berbedak
cucuku, dengarlah.
itu merah bukan kesumba, tapi merahnya darah-darah pahlawan
itu putih bukan pemutih, tapi putihnya hati-hati pejuang
tak pula bergincu yang ditube kepalsuan,
tak pula berbedak yang disapuh kemunafikan.
kakek, aku ingin melihat bendera negriku,.
semerah darah dan seputih melati.
bersulam benang-benang keikhlasan.
bersuci mata air, air mata kesabaran
wahai bendera negri-ku,..
teruslah berkibar menjilat matahari.
sejarah adalah saksi abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar